• Login
Upgrade
uvcef4fq.ultimagz.com
Advertisement
No Result
View All Result
No Result
View All Result
uvcef4fq.ultimagz.com
No Result
View All Result

‘Jakartasentris’, Permasalahan Pertelevisian di Indonesia

by
July 27, 2016
in Uncategorized
0
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Ignatius Haryanto sebagai pembicara dalam diskusi publik Centre for Innovation for Policy and Governance (CIPG) bertajuk “Telefiksi: Dongeng Semu Penyiaran”, mencetuskan ‘Jakartasentris’, yakni istilah yang menggambarkan bias konten-konten media penyiaran khususnya televisi di Indonesia yang sangat didominasi oleh informasi dari dan tentang Jakarta. Ia membahas permasalahan tersebut pada acara yang berlangsung di Main Atrium Plaza Semanggi, Sabtu (23/7) itu.

“Isi televisi kita terlalu ‘Jakartasentris’. Padahal Indonesia bukan cuma Jakarta,” demikian ia berujar. Ia pun memberikan contoh, seperti bagaimana pemberitaan di  televisi membahas tentang banjir Jakarta yang terjadi dua hari yang lalu dengan intensitas yang tinggi. Padahal menurutnya, informasi ini belum tentu relevan dengan masyarakat di luar Jakarta.

Demikian juga dengan konten penyiaran lain seperti sinetron. Menurutnya, sinetron Indonesia dipenuhi oleh hal-hal yang berbau Jakarta. “Belum lagi kalau kita melihat isi sinetron kita. Cara berbicaranya, masalahnya, dan lain-lain, itu khas orang Jakarta banget,” tambahnya.

Pemaparan ini didasari atas hasil riset CIPG di tahun 2013 berjudul Produksi Konten, “Penentuan Hidup Bersama: Sejauh Mana Media Menjunjung Prinsip Kewarganegaraan?”. Riset tersebut menyatakan bahwa 69.9 persen informasi dan berita berasal dari pulau Jawa, yang 49 persen diantaranya didominasi dari Jakarta. Pria yang akrab disapa Mas Kumkum ini juga mengatakan bahwa bias ini diperburuk dengan alat pengukur rating people meter yang hanya dipasang di 11 kota di seluruh Indonesia, di mana enam diantaranya berada di pulau Jawa.

Imbas dari ‘Jakartasentris’ ini, menurutnya, adalah seperti orang-orang dari daerah luar Jakarta yang apabila muncul di layar kaca cenderung akan menjadi objek perundungan. “Misalnya Arie Kriting (komedian), ya diolok-olok. Dianggap aneh, dianggap tidak beres, berbeda, dan hal-hal seperti itu,” jelasnya memberi contoh seraya menyebut salah satu stand-up comedian itu.

Masalah ‘Jakartasentris’ ini juga diamini oleh pembicara lainnya, yakni Ade Armando. Ditemui seusai wawancara, ia setuju bahwa media penyiaran Indonesia terlalu condong ke Jakarta. Padahal menurutnya, media-media swasta yang memiliki jaringan media di daerah-daerah harusnya memberikan konten dan informasi yang relevan dengan daerah tersebut seperti musik, berita, atau talkshow lokal.

Dengan mayoritas berita dan informasi dari Jakarta, ia merasa bahwa tindakan tersebut tidak demokratis, terutama bagi masyarakat daerah. “Misalnya Anda orang Semarang, Anda ingin dengar dong, berita tentang Semarang,” kata Ade memberikan contoh. “Tapi waktu Anda buka televisi yang muncul semua berita Jakarta atau Jawa,” tambahnya.

Ade pun berpendapat bahwa masyarakat daerah memiliki potensi untuk mengembangkan konten lokal di media.

Untuk solusi, Ade berpendapat, sistem siaran jaringan yang sebenarnya wajib dilakukan dapat diaplikasikan untuk menghilangkan masalah ‘Jakartasentris’. “Sistem siaran jaringan sudah diwajibkan oleh UU Penyiaran, yang sebetulnya sudah ada di peraturan pemerintah yang dikeluarkan Kominfo dan juga KPI,” ujar Ade.

Bahwa dengan mematuhi aturan dengan menyediakan konten dan informasi bermuatan lokal, konten-konten berbau Jakarta tidak akan terlalu mendominasi lagi. “Kalau itu dijalankan saja, apa yang tadi Anda gambarkan sebagai ‘penjajahan’ Jakarta ke daerah tidak akan berlangsung setotal seperti sekarang,” jelasnya.

Penulis: Christian Karnanda Yang 

Editor: Alif Gusti Mahardika

Foto: Christian Karnanda Yang 

Related Posts

Waka Waka Production Hadirkan Drama Musikal “2 AM: The Musical”

by
August 27, 2024

“Look Back”: Relasi Rumit antara Seniman dan Karya Mereka

by
August 15, 2024

RAN For Your Kids, Persembahan RAN untuk Hari Anak Nasional

by
July 25, 2024

Siap Guncang 5 Kota, Reality Club Umumkan Konser Tur Bertajuk “Reality Club Presents…Indonesia Tour 2024”

by
July 20, 2024

UMN Jadi Tuan Rumah Pembukaan Jakarta Australs 2024 di Indonesia

by
July 5, 2024

Premium Content

Mengenal Telobag, Alternatif Plastik Dari Singkong

April 1, 2021

“Senjata Berkarat” Itu Bernama Buku

May 19, 2016

Rekomendasi Film Mengenai Kesehatan Mental

December 4, 2020

Browse by Category

  • Business
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Health
  • Lifestyle
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • World

Browse by Tags

Explore Bali Market Stories Pandemic Premium Stay Home United Stated Vaccine Work From Home Wuhan

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Learn more

Categories

  • Business
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Health
  • Lifestyle
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • World

Browse by Tag

Explore Bali Market Stories Pandemic Premium Stay Home United Stated Vaccine Work From Home Wuhan

Recent Posts

  • Waka Waka Production Hadirkan Drama Musikal “2 AM: The Musical”
  • “Look Back”: Relasi Rumit antara Seniman dan Karya Mereka
  • RAN For Your Kids, Persembahan RAN untuk Hari Anak Nasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?