• Login
Upgrade
uvcef4fq.ultimagz.com
Advertisement
No Result
View All Result
No Result
View All Result
uvcef4fq.ultimagz.com
No Result
View All Result

Tokoh-Tokoh Perempuan Beberkan Ciri Pacar Berpotensi Predator

by
April 26, 2019
in Uncategorized
0
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Tokoh-tokoh perempuan membeberkan ciri-ciri pacar berpotensi predator melalui konferensi pers Women’s March Jakarta 2019 bertajuk “Berani Bersuara” di Komnas Perempuan, Jl. Latuharhary no 4B, Menteng, Jakarta (25/04/19). Hal ini dikarenakan maraknya pelaku kekerasan seksual di ranah privat, yaitu mereka yang mempunyai hubungan darah atau incest (ayah, paman) atau relasi intim (pacar).

“Apabila dia sudah ingin merebut kita. Dia ingin mengawasi kita habis-habisan lebih dari bapak kita. Apabila dia sudah mulai mengancam membuat kita menerima getaran yang mengerikan dari dia, maka artinya selangkah lagi dia akan menjadi pelaku [kekerasan seksual],” ujar Komisi Komnas Perempuan Mariana Amirudin.

Mariana menuturkan bahwa penyebab utama orang terdekat atau pacar menjadi predator adalah ketimpangan kuasa antara laki-laki dan perempuan. Maka dari itu, predator melakukan pelecehan seksual sebagai simbol menunjukkan kuasa terhadap pihak yang lebih lemah, terutama para perempuan.

“Bukan karena nafsu, melainkan karena kekuasaan,” kata Mariana. “Karena kalau nafsu dan ada di dalam relasi suka sama suka, maka keinginan untuk melakukan dendam tidak akan ada. Cinta itu adalah keinginan untuk saling menyayangi, bukan untuk saling menguasai

Mariana mengemukakan bahwa Komnas Perempuan menerima laporan terbanyak mengenai kasus Revenge Porn. Revenge porn adalah penyebaran foto-foto pribadi yang menunjukkan ketelanjangan korban untuk mempermalukan atau membunuh karakter korban atas dasar dendam. Tercatat, pelaku terbanyak berusia produktif, yaitu dari SMA, kuliah, hingga telah bekerja.

“Salah satu kasus yang kami terima misalnya, ada seorang anak yang sudah tersebar foto pribadinya oleh mantan pacar. Sekarang, foto-foto tersebut dijadikan netizen untuk bahan akun-akun pornografi. Sulit untuk dihentikan. Dia [mantan pacar] sudah mati karena kanker usus, tapi foto tersebut masih beredar di mana-mana,” jelas Mariana.

Mariana menjelaskan bahwa ancaman utama terhadap perempuan adalah budaya patriarki. Budaya tersebut mendorong laki-laki tidak menggunakan akal sehat. Misalnya, mengidentifikasi kedekatan laki-laki dengan kekerasan untuk menunjukkan kekuasaan. Maka dari itu, perempuan memerlukan pengetahuan feminis untuk melindungi diri mereka sendiri.

Di sisi lain, Anindya Restuviani dari Jakarta Feminist Discussion Group menjelaskan lebih detail bahwa maskulinitas beracun adalah racun bagi perempuan dan laki-laki. Menurut Anindya yang akrab dipanggil Vivi ini maskulinitas beracun membiarkan stigma keakraban laki-laki dan kekerasan tertanam sejak kecil pada anak-anak. Oleh karena itu, para perempuan juga membiarkan stigma-stigma patriarki tersebut.

“Ketika ada bibit kekerasan malah dianggap wajar. ‘Oh dia posesif karena dia sayang aku’, padahal kalau sayang, maka mereka tidak akan melakukan kekerasan,” jelas Vivi.

Vivi menuturkan bahwa feminisme mengajarkan para perempuan akan edukasi kekerasan. Misalnya, seperti apa bentuk-bentuk kekerasan di dalam hubungan intim. Namun demikian, Vivi berkata bahwa laki-laki berperan tidak kalah penting dalam feminsime. Hal ini dikarenakan rasanya minim dampak bila mengedukasi korban, tetapi akar permasalahan dari pelaku tidak terselesaikan.

Sebuah survei baru dari perEMPUan, Lentera Sinta Indonesia, Hollaback! Jakarta, Jakarta Feminist Discussion Group, dan Change.org menunjukkan bahwa masih sering terjadi pelecehan seksual di tempat umum di seluruh Indonesia. Pasalnya, 43% dari 62.224 responden survei pernah mengalami pelecehan seksual, bahkan 50% di antarannya mengalaminya sejak berumur 16 tahun. Para feminis berharap dengan RUU PKS, korban pelecehan dan kekerasan seksual lebih terlindung dan lebih mampu menuntut keadilan.

 

Penulis: Ignatius Raditya Nugraja

Editor: Hilel Hodawya

Foto: Ignatius Raditya Nugraha

Related Posts

Waka Waka Production Hadirkan Drama Musikal “2 AM: The Musical”

by
August 27, 2024

“Look Back”: Relasi Rumit antara Seniman dan Karya Mereka

by
August 15, 2024

RAN For Your Kids, Persembahan RAN untuk Hari Anak Nasional

by
July 25, 2024

Siap Guncang 5 Kota, Reality Club Umumkan Konser Tur Bertajuk “Reality Club Presents…Indonesia Tour 2024”

by
July 20, 2024

UMN Jadi Tuan Rumah Pembukaan Jakarta Australs 2024 di Indonesia

by
July 5, 2024

Premium Content

Embrace Yourself 2021: Atasi Kecemasan Akibat “Quarter Life Crisis”

September 1, 2021

Bantu Orang Terdekat Tangani Depresi Melalui 10 Cara Ini

December 4, 2020

Rijsttafel, Jejak Belanda dalam Kuliner Nusantara

March 5, 2024

Browse by Category

  • Business
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Health
  • Lifestyle
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • World

Browse by Tags

Explore Bali Market Stories Pandemic Premium Stay Home United Stated Vaccine Work From Home Wuhan

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Learn more

Categories

  • Business
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Health
  • Lifestyle
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • World

Browse by Tag

Explore Bali Market Stories Pandemic Premium Stay Home United Stated Vaccine Work From Home Wuhan

Recent Posts

  • Waka Waka Production Hadirkan Drama Musikal “2 AM: The Musical”
  • “Look Back”: Relasi Rumit antara Seniman dan Karya Mereka
  • RAN For Your Kids, Persembahan RAN untuk Hari Anak Nasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?