• Login
Upgrade
uvcef4fq.ultimagz.com
Advertisement
No Result
View All Result
No Result
View All Result
uvcef4fq.ultimagz.com
No Result
View All Result

Penyebab Manusia Punya Kebiasaan Sentuh Wajah

by
September 2, 2020
in Uncategorized
0
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, ULTIMAGZ.com — Penggunaan masker semasa pandemi virus korona merupakan salah satu upaya untuk mencegah manusia menyentuh wajah agar tidak terpapar virus. Pasalnya, banyak orang secara tidak sadar memegang wajah. Namun, mengapa manusia memiliki kebiasaan untuk menyentuh wajah?

Berdasarkan studi bertajuk “Face Touching: A Frequent Habit That has Implications for Hand Hygiene” pada 2015, ketiga peneliti tersebut membuktikan, kebiasaan untuk menyentuh wajah tidak dapat terhindarkan. Saat mengobservasi 26 siswa, mereka menuliskan bahwa rata-rata siswa tersebut 23 kali menyentuh wajah dalam waktu satu jam. Sebanyak 36 persen respondennya tanpa sadar memegang wajah pada bagian mulut sedangkan 31 persen lainnya menyentuh area hidung.  

Selain itu, Natasha Tiwari selaku psikolog mengatakan kepada bbc.com bahwa menyentuh wajah sudah merupakan bagian dari instruksi genetika dalam DNA sejak masih janin. “Ini adalah bagian dari DNA kita dan kita memang ‘dirancang’ untuk melakukannya. Manusia sebagai janin di dalam rahim selalu menyentuh wajahnya,” jelasnya.

Senada dengan Natasha, seorang psikolog asal Amerika Serikat, Kevin Chapman, menambahkan bahwa menyentuh wajah merupakan kebiasaan paling umum yang dilakukan manusia karena sudah diajarkan sejak dini. Rutinitas untuk menyikat gigi, merias wajah, atau menata rambut membuat manusia terbiasa untuk menyentuh wajah. Bukan hanya itu, menyentuh wajah juga menjadi cara seseorang untuk memastikan penampilannya di depan publik. 

“Kebiasaan menyentuh wajah juga berkaitan dengan bagaimana penampilan kita di depan publik,” ujar Kevin. 

Menyeka sisa makanan di sekitar mulut, misalnya. Dengan melakukan hal itu, manusia memutuskan untuk terlihat tidak jorok dan dapat merawat diri. Aktivitas tersebut merupakan salah satu bukti bahwa dengan menyentuh wajah, manusia ingin mengatur bagaimana kesan dari penampilannya kepada orang lain. 

Faktor lain yang menyebabkan manusia sering menyentuh wajah ialah tingkat stres atau rasa cemas. Dalam jurnal “EEG Changes by Spontaneous Facial Self-Touch May Represent Emotion Regulating Processes and Working Memory Maintenance” yang terbit pada 2014, tertulis bahwa saat stres manusia sering memijat kening, alis, dan menggigit jari. Hal ini dikarenakan manusia berusaha mengaktifkan saraf parasimpatetik yang dapat menenangkan. Kebiasaan untuk menyentuh wajah sehingga dapat menekan titik-titik tertentu agar saraf parasimpatetik aktif disebut sebagai spontaneous facial self-touch gesture (sFSTG). 

Kebiasaan untuk menyentuh area wajah merupakan salah satu faktor risiko terkena virus korona. Namun, perilaku tersebut tidak dapat terhindar dari keseharian manusia. Untuk itu, Ultimates dapat mengurangi frekuensi memegang wajah dengan kiat-kiat berikut ini. 

  1. Kenakan masker wajah maupun pelindung muka agar tangan tidak langsung berkontak dengan wajah. 
  2. Tingkatkan kesadaran dengan menggunakan pewangi tangan agar lebih memerhatikan ketika tangan hendak menuju area wajah. 
  3. Jepit atau ikat rambut agar tidak menjuntai pada bagian wajah.
  4. Ganti lensa kontak dengan kacamata dan gunakan riasan wajah yang lebih sedikit.
  5. Ubah posisi tangan agar lebih jauh untuk mencapai wajah, seperti menyilangkan tangan dan meletakkan tangan di pangkuan.

 

Penulis: Elisabeth Diandra Sandi

Editor: Agatha Lintang Kinasih

Foto: pexels.com

Sumber: nationalgeographic.grid.id, idntimes.com, liputan6.com, cnnindonesia.com, kompas.com

Related Posts

Waka Waka Production Hadirkan Drama Musikal “2 AM: The Musical”

by
August 27, 2024

“Look Back”: Relasi Rumit antara Seniman dan Karya Mereka

by
August 15, 2024

RAN For Your Kids, Persembahan RAN untuk Hari Anak Nasional

by
July 25, 2024

Siap Guncang 5 Kota, Reality Club Umumkan Konser Tur Bertajuk “Reality Club Presents…Indonesia Tour 2024”

by
July 20, 2024

UMN Jadi Tuan Rumah Pembukaan Jakarta Australs 2024 di Indonesia

by
July 5, 2024

Premium Content

“Petualangan Sherina 2”: Kisah Jurnalis Pemberani Lindungi Satwa Langka

October 2, 2023

Tidur Hanya Lima Jam Sehari? Simak Dampak Buruknya

November 16, 2015

Confess: Pengakuan yang Tersembunyi

September 12, 2016

Browse by Category

  • Business
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Health
  • Lifestyle
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • World

Browse by Tags

Explore Bali Market Stories Pandemic Premium Stay Home United Stated Vaccine Work From Home Wuhan

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Learn more

Categories

  • Business
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Health
  • Lifestyle
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • World

Browse by Tag

Explore Bali Market Stories Pandemic Premium Stay Home United Stated Vaccine Work From Home Wuhan

Recent Posts

  • Waka Waka Production Hadirkan Drama Musikal “2 AM: The Musical”
  • “Look Back”: Relasi Rumit antara Seniman dan Karya Mereka
  • RAN For Your Kids, Persembahan RAN untuk Hari Anak Nasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?