• Login
Upgrade
uvcef4fq.ultimagz.com
Advertisement
No Result
View All Result
No Result
View All Result
uvcef4fq.ultimagz.com
No Result
View All Result

BBC “Extinction: The Facts” Tunjukkan Ancaman Hilangnya Biodiversitas

by
December 16, 2020
in Uncategorized
0
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – David Attenborough kembali mengangkat isu lingkungan dengan dokumenter berjudul “Extinction: The Facts.” Ditayangkan di BBC, film keluaran tahun 2020 ini menceritakan tentang bagaimana manusia merusak kekayaan alam secara terus-menerus dan berpotensi memusnahkan satu juta spesies flora dan fauna di Bumi.

Kehilangan keanekaragaman hayati tak hanya sekadar kehilangan ‘pemandangan yang indah’ atau ‘hewan yang lucu’, tetapi memiliki jurang yang lebih dalam dari itu. Kehilangan ini dapat mengancam keseimbangan Bumi, dan tentunya akan berpengaruh pada manusia, terutama dalam aspek makanan, air, dan iklim. Selain itu, kehilangan ini juga berpotensi memunculkan pandemi-pandemi baru di masa depan.

Sajikan Kepunahan Lewat Beragam Sudut Pandang

Film ini dimulai dengan testimoni dari David Attenborough dan berbagai ilmuwan terkait dengan skala kepunahan hewan dan tumbuhan akibat dari ulah manusia. Dokumenter ini juga mengomentari waktu kepunahan spesies yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan peristiwa kepunahan sebelumnya.

“Sejak 1970, vertebrata – binatang seperti burung, mamalia, amfibi, dan reptil – telah menurun hingga 60% secara total,” tutur Chief Scientist BirdLife International Stuart Butchart dalam film ini.

Selanjutnya, film ini membawa kita ke benua Afrika, berkenalan dengan James Mwenda, seorang konservasionis yang menjaga dua badak putih utara terakhir yang ada di Afrika. Kedua badak ini merupakan ibu dan anak. Ibunya, yaitu Najin, berusia 30 tahun, sementara anaknya, Fatu, berusia 19 tahun.

Dokumenter ini menceritakan, dahulunya, badak putih utara Afrika dapat ditemukan hingga ribuan di habitat asalnya. Namun, perburuan dan rusaknya habitat menyebabkan spesies ini hanya tersisa 7 di tahun 1990, dan tersisa 2 pada tahun ini.

 “Dan saya pikir mereka merasakannya, gelombang kepunahan yang mengancam ini mendorong mereka. Mereka merasakan bahwa dunia mereka sedang runtuh,” ujar James dalam film ini.

Tak hanya badak putih utara Afrika yang terancam punah, hewan lain seperti trenggiling dan ikan-ikan laut terancam pula. Kebiasaan budaya masyarakat yang memercayai beberapa hewan sebagai obat, pun juga perilaku overfishing yang kian marak dilakukan menjadi sebab lain dari terjadinya kepunahan fauna.  

Selain itu, film ini juga memaparkan bagaimana kebiasaan manusia yang terus-menerus mengambil dari alam, memproduksi barang secara massal dengan menghancurkan berbagai biodiversitas yang ada, dan bagaimana pola konsumsi masyarakat berperan dalam kepunahan flora dan fauna.

Gaungkan Penyelamatan Keanekaragaman Hayati

Secara garis besar, film yang ditayangkan di BBC ini berhasil menunjukkan keparahan dan ancaman dari punahnya keanekaragaman hayati kepada penonton. Film ini juga memaparkan fakta dan narasi dengan cara yang simple tetapi memikat sehingga membuat penonton tertarik untuk menyimak apa yang disampaikannya.

Selain itu, dokumenter ini juga memberikan penyadaran dan solusi kepada seluruh elemen masyarakat, pun juga pengusaha dan pemerintah agar mencari jalan pertumbuhan ekonomi dengan cara yang lebih berkelanjutan. Tujuannya, agar manusia tak lagi menghancurkan alam dan tak lagi memusnahkan biodiversitas yang ada di Bumi.

Alam dan manusia adalah komponen yang saling terkait. Flora dan fauna yang ada di Bumi merupakan salah satu faktor penunjang ekosistem seluruh kehidupan. Ibarat bermain stacko, menghilangkan bagian-bagian penopang kehidupan dapat menyebabkan keruntuhan seluruh ekosistem planet, termasuk manusia. Seperti kata pepatah, alam tidak membutuhkan manusia, tapi manusia lah yang membutuhkan alam.

“If we make the right decisions at this critical moment, we can safeguard our planet’s ecosystems, its extraordinary biodiversity and all its inhabitants.” – David Attenborough, Extinction: The Facts.

Penulis: Ida Ayu Putu Wiena Vedasari

Editor: Xena Olivia

Foto: bbc.co.uk

Related Posts

Waka Waka Production Hadirkan Drama Musikal “2 AM: The Musical”

by
August 27, 2024

“Look Back”: Relasi Rumit antara Seniman dan Karya Mereka

by
August 15, 2024

RAN For Your Kids, Persembahan RAN untuk Hari Anak Nasional

by
July 25, 2024

Siap Guncang 5 Kota, Reality Club Umumkan Konser Tur Bertajuk “Reality Club Presents…Indonesia Tour 2024”

by
July 20, 2024

UMN Jadi Tuan Rumah Pembukaan Jakarta Australs 2024 di Indonesia

by
July 5, 2024

Premium Content

Aman Menjelajah Hutan dengan Drone Cerdas

February 13, 2016

Taman Bermain Terbengkalai yang Laris di Kalangan Artis Korea

June 5, 2016

The Reds Permalukan Arsenal

August 28, 2017

Browse by Category

  • Business
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Health
  • Lifestyle
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • World

Browse by Tags

Explore Bali Market Stories Pandemic Premium Stay Home United Stated Vaccine Work From Home Wuhan

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Learn more

Categories

  • Business
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Health
  • Lifestyle
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • World

Browse by Tag

Explore Bali Market Stories Pandemic Premium Stay Home United Stated Vaccine Work From Home Wuhan

Recent Posts

  • Waka Waka Production Hadirkan Drama Musikal “2 AM: The Musical”
  • “Look Back”: Relasi Rumit antara Seniman dan Karya Mereka
  • RAN For Your Kids, Persembahan RAN untuk Hari Anak Nasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?