• Login
Upgrade
uvcef4fq.ultimagz.com
Advertisement
No Result
View All Result
No Result
View All Result
uvcef4fq.ultimagz.com
No Result
View All Result

Kebiasaan Agenda Setting Media Indonesia Kepada Mereka yang Dibenci Khalayak

by
September 22, 2021
in Uncategorized
0
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Ketua KPI, Agung Suprio kembali menjadi sorotan masyarakat akibat salah satu pernyataan yang dilontarkannya pada video di kanal YouTube milik Deddy Corbuzier, Kamis (09/09/21). Pada video tersebut, Agung menyatakan bahwa tayangan kartun “Upin dan Ipin” merupakan bentuk propaganda dari negara Malaysia kepada seluruh dunia.

Pernyataan ini sebenarnya tepat, karena menurut Tommy Suprapto melaui  bukunya “Komunikasi Propaganda: Teori & Praktik”, definisi propaganda adalah suatu upaya yang sengaja dan sistematis untuk membentuk presepsi, manipulasi kognisi, dan memengaruhi perilaku seseorang untuk memberikan respon yang sesuai dengan yang diharapkan.

Kata propaganda memang terdengar berhubungan dengan hal-hal negatif, tapi sebenarnya tidak selalu seperti itu. Sebuah iklan, kampanye, atau bahkan perkataan yang bertujuan untuk meyakinkan orang lain saja sudah termasuk bentuk propaganda. Hal inilah yang kerap kali disalahartikan oleh masyarakat.

Pada kasus pernyataan Agung Suprio di atas, media Indonesia malah menggunakannya miskonsepsi masyarakat terhadap kata propaganda sebagai ‘umpan’. Media tahu bahwa kata propaganda memiliki stigma negatif di mata masyarakat sehingga ucapan Agung pasti akan dikecam karena telah menuduh karya negara lain. Media Indonesia akhirnya menerbitkan berita-berita yang berhubungan dengan topik ini, tapi dengan sudut pandang seakan-akan argumen Agung adalah salah.

Citra Agung Suprio di mata masyarakat memang cukup buruk. Hal ini diakibatkan oleh kasus-kasus yang sedang atau pernah menyangkut dirinya maupun badan yang ia pimpin. Mulai dari kasus dugaan perundungan dan kekerasan seksual yang dilakukan oleh anggota KPI kepada rekan kerjanya, polemik Saipul Jamil, sensor acara televisi yang tidak jelas, dan masih banyak lagi.

Pada video wawancaranya di kanal youtube Deddy Corbuzier, Agung dan Deddy membahas banyak hal yang berkaitan dengan kasus-kasus tersebut. Seperti kelanjutan penyelidikan kasus dugaan perundungan dan kekerasan seksual pegawai KPI, penjelasan mengenai keputusan KPI terhadap Saipul Jamil, dan klarifikasi mengenai siapa yang melakukan penyensoran pada tayangan televisi. Namun, media Indonesia tampaknya lebih tertarik untuk mengangkat argumennya yang kontroversial dan mengundang banyak komentar dari pengguna ini.

Argumen Agung mengenai propaganda tayangan “Upin dan Ipin” ini memang sangat sesuai untuk memperkuat citra Agung dan KPI yang buruk di mata masyarakat. Dengan berita ini, media secara sengaja menciptakan sebuah framing kepada masyarakat untuk memandang seseorang dengan cara yang media inginkan. Hal ini sangat serupa dengan teori Agenda Setting.

Agenda Setting adalah ketika media membuat agenda dengan tujuan untuk membentuk dan menyaring realitas bagi masyarakatnya. Konsentrasi media pada isu-isu di agendanya memengaruhi cara khalayak melihat isu-isu tersebut.

Agenda Setting terdiri dari dua tingkatan, yaitu framing dan priming. Pada kasus ini, media telah menggunakan kedua tingkatan ini untuk memengaruhi masyarakat melihat Agung dan KPI. Framing dilakukan media untuk mengemas isu pernyataan propaganda secara negatif. Sementara priming dilakukan dengan mengaitkan isu ini dengan isu lain dari Agung dan KPI yang tidak berhubungan dengan argumen tersebut. Kemudian, menyiarkannya secara berulang-ulang sehingga persepsi masyarakat semakin kuat.

Agenda Setting media Indonesia terhadap tokoh yang memiliki citra buruk di masyarakat bukan kali pertama terjadi di kasus ini. Sebelumnya, selebritas seperti Young Lex dan Awkarin yang pernah melakukan kesalahan, dibombardir dengan berbagai berita yang mengangkat isu-isu yang sebenarnya tidak relevan. Kehidupan dan aktivitas mereka digali kesalahannya oleh media demi bisa menjual berita yang disukai masyarakat karena sesuai dengan framing negatif yang diyakini khalayak.

Meskipun Agung Suprio dan KPI sedang mendapat citra buruk oleh karena kasus-kasusnya, media sebagai sumber informasi tetap perlu mengambil sikap netral dalam memberitakannya baik secara tersurat maupun tersirat. Media juga perlu memilah-milah informasi dan mengarahkan fokus kepada hal-hal penting pada suatu kasus. Walaupun memang hal-hal ini menaikan engagement media, tapi agenda setting bisa berakibat fatal pada kemampuan berpikir khalayak.

 

Penulis: Reynaldy Michael Yacob, Komunikasi Strategis 2020

Editor: Andi Annisa Ivana Putri

Foto: YouTube

Sumber: Komunikasi Propaganda: Teori & Praktik (Suprapto, 2011), McCombs, M. E., & Shaw, D. 1972. The Agenda-Setting Function of Mass Media (McCombs & Shaw, 1972), kompas.com

Related Posts

Waka Waka Production Hadirkan Drama Musikal “2 AM: The Musical”

by
August 27, 2024

“Look Back”: Relasi Rumit antara Seniman dan Karya Mereka

by
August 15, 2024

RAN For Your Kids, Persembahan RAN untuk Hari Anak Nasional

by
July 25, 2024

Siap Guncang 5 Kota, Reality Club Umumkan Konser Tur Bertajuk “Reality Club Presents…Indonesia Tour 2024”

by
July 20, 2024

UMN Jadi Tuan Rumah Pembukaan Jakarta Australs 2024 di Indonesia

by
July 5, 2024

Premium Content

Melancholy Is A Movement: Idealisme Atau Realisme

February 14, 2017

Logan Rajai Box Office Minggu Pertama Maret 2017

March 7, 2017

Mengenal Bangsa Sumeria: Bangsa yang Membangun Peradaban

April 11, 2022

Browse by Category

  • Business
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Health
  • Lifestyle
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • World

Browse by Tags

Explore Bali Market Stories Pandemic Premium Stay Home United Stated Vaccine Work From Home Wuhan

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Learn more

Categories

  • Business
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Health
  • Lifestyle
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • World

Browse by Tag

Explore Bali Market Stories Pandemic Premium Stay Home United Stated Vaccine Work From Home Wuhan

Recent Posts

  • Waka Waka Production Hadirkan Drama Musikal “2 AM: The Musical”
  • “Look Back”: Relasi Rumit antara Seniman dan Karya Mereka
  • RAN For Your Kids, Persembahan RAN untuk Hari Anak Nasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?