• Login
Upgrade
uvcef4fq.ultimagz.com
Advertisement
No Result
View All Result
No Result
View All Result
uvcef4fq.ultimagz.com
No Result
View All Result

Ave Maryam: Balada Cinta di Lingkup Biara

by
April 12, 2019
in Uncategorized
0
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kenapa harus takut mempertanyakan dosa jika Tuhan sendiri hanya bisa dicari melalui pertanyaan?

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Film Ave Maryam karya Ertanto Robby Soediskan tayang perdana di bioskop pada Kamis (11/04/19). Film ini merupakan angin segar bagi sinema Indonesia karena mengangkat tema kehidupan seorang biarawati. Meski dibalut dengan nuansa Katolik yang sangat kental, Ave Maryam bukanlah film religi.

Secara keseluruhan film ini membahas kisah hidup Suster Maryam (Maudy Koesnadi). Pada awalnya, kehidupan Maryam sebagai biarawati berjalan sebagaimana harusnya, mengabdi kepada Tuhan dan menjauhi nafsu duniawi. Hal tersebut berubah kala kedatangan Romo Yosef (Chicco Jerickho), hatinya sontak didera kebimbangan.

Ave Maryam ternilai hemat suara, baik narasi maupun dialog jarang sekali diucapkan. Untuk bisa memahami makna ceritanya diperlukan penafsiran pribadi dari penonton. Layaknya menyatukan potongan puzzle, satu adegan dapat dipahami apabila adegan berikutnya telah ditayangkan.

Meski minim dialog dan narasi, Ertanto tidak membuat potongan puzzle di filmnya sukar ditemukan. Adegan yang runut membuat pemahaman dapat terbentuk dengan mudah antarbabak.

Sinematografi di film ini pun ternilai estetik. Berlatar di Semarang tahun 1998, gereja dan asrama biarawati mendominasi film ini. Sudut pengambilan gambar yang stabil dan dominan putih membuat mata penonton dimanjakan dengan suasana tenang.

Selain itu, terdapat pula beberapa adegan one shot, yakni pengambilan adegan secara kontinu menggunakan satu kamera dari satu sudut pandang. Gaya ini tak acap ditemui dalam film pada umumnya dan menambah poin keindahan di film ini.

Sayangnya, film yang telah menyelesaikan proses shooting pada 2016 ini terkena pemotongan durasi oleh Lembaga Sensor Film (LSF). Durasi yang dipangkas pun tak singkat yaitu 12 menit. Alasannya, terdapat adegan yang dianggap terlalu vulgar untuk ditayangkan di bioskop secara umum. Kebijakan LSF ini membuat penonton harus berpuas diri dengan anti klimaks di bagian yang krusial.

Kisah cinta terlarang yang sudah basi diangkat pada sebuah film dikemas secara apik, membuat penonton turut bersimpati melihatnya. Bahkan terdapat pertanyaan yang menggantung sepanjang film, “Pilih Tuhan atau ciptaannya?”

Jika harus mendeskripsikan film Ave Maryam dalam beberapa kata, maka kata yang tepat adalah singkat, padat, dan jelas. Dengan durasi hanya 73 menit, penonton dibuat terhanyut dalam gelombang emosi para karakter karena dengan mudah merasakan konflik batinnya. Pun, film ini tak memiliki karakter antagonis, sehingga konflik hanya dialami secara batin oleh para tokoh utama.

Ave Maryam bukanlah film yang ringan, tetapi tidak sampai memutar otak untuk memahaminya. Ada pesan di dalam film ini yang membuatnya berbobot, tetapi tetap mudah dinikmati.

Sebelum bernama Ave Maryam, film ini berjudul Salt is Leaving the Sea. Film ini telah melanglang buana di Cape Town Film Festival, Hanoi Film Festival, Hong Kong Asian Film Festival, dan Jogja-NETPAC sebelum akhirnya tayang komersil di bioskop Indonesia.

 

Penulis: Andi Annisa Ivana Putri

Editor: Ivan Jonathan

Gambar: lifestyle.bisnisa

Related Posts

Waka Waka Production Hadirkan Drama Musikal “2 AM: The Musical”

by
August 27, 2024

“Look Back”: Relasi Rumit antara Seniman dan Karya Mereka

by
August 15, 2024

RAN For Your Kids, Persembahan RAN untuk Hari Anak Nasional

by
July 25, 2024

Siap Guncang 5 Kota, Reality Club Umumkan Konser Tur Bertajuk “Reality Club Presents…Indonesia Tour 2024”

by
July 20, 2024

UMN Jadi Tuan Rumah Pembukaan Jakarta Australs 2024 di Indonesia

by
July 5, 2024

Premium Content

Kisah Ketidakadilan Terhadap Buruh dalam Film “Di Balik Frekuensi”

April 30, 2016

RUU Ketahanan Keluarga, Penyebab Kehamilan Versi KPAI, dan Bahaya Pseudosains

March 2, 2020

Cre.Act.Ive Perlihatkan Perubahan Industri Musik di Indonesia

March 17, 2019

Browse by Category

  • Business
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Health
  • Lifestyle
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • World

Browse by Tags

Explore Bali Market Stories Pandemic Premium Stay Home United Stated Vaccine Work From Home Wuhan

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Learn more

Categories

  • Business
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Health
  • Lifestyle
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • World

Browse by Tag

Explore Bali Market Stories Pandemic Premium Stay Home United Stated Vaccine Work From Home Wuhan

Recent Posts

  • Waka Waka Production Hadirkan Drama Musikal “2 AM: The Musical”
  • “Look Back”: Relasi Rumit antara Seniman dan Karya Mereka
  • RAN For Your Kids, Persembahan RAN untuk Hari Anak Nasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?