• Login
Upgrade
uvcef4fq.ultimagz.com
Advertisement
No Result
View All Result
No Result
View All Result
uvcef4fq.ultimagz.com
No Result
View All Result

Darurat Literasi Anak: Kupas Akar Masalah dan Solusinya

by
February 19, 2024
in Uncategorized
0
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Pendidikan menjadi hal yang penting di semua negara, termasuk Indonesia. Namun, dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia sebesar 273,8 juta. Nyatanya tingkat literasi di Indonesia masih tergolong rendah. Hal ini yang membuat Indonesia berada dalam fase darurat literasi.

Melansir dari gpseducation.oecd.org, skor kemampuan membaca Indonesia pada Program Penilaian Pelajar Internasional (PISA) 2022 menurun dibandingkan 2018. Skor kemampuan baca Indonesia yang mencapai 359 pada 2022, ternyata turun sebanyak 22 poin dari 2018. Tidak hanya itu, poin tersebut juga masih tertinggal dari rata-rata global, yaitu 476 poin.

Baca juga: Literasi Baca Rendah Pengaruhi Perilaku Warganet Indonesia

Lantas mengapa darurat literasi dapat terjadi di Indonesia? Terdapat beberapa akar masalah yang menyebabkan rendahnya kemampuan baca masyarakat Indonesia, yaitu sebagai berikut. 

1. Digitalisasi Membuat Masyarakat Beralih ke Gadget 

Kehadiran teknologi informasi terus berkembang diberbagai negara, termasuk Indonesia. Pada 2023 tercatat orang di Indonesia mengakses internet selama kurang lebih 7 jam per hari, dilansir dari datareportal.com. Melansir dari kompaspedia.kompas.id, pada 2021 sebanyak 75,03 persen anak usia 7 s.d.17 tahun di Indonesia pernah mengakses internet. 

Melansir dari databoks.katadata.co.id, tren penerbitan judul buku baru di Indonesia yang didistribusikan melalui Gramedia terus menurun sejak 2016 s.d. 2020. Gramedia diketahui menyerap 37 persen total judul buku baru yang terbit secara nasional. 

Grafik penerbitan buku melalui Gramedia. (databoks.katadata.co.id)
Grafik penerbitan buku melalui Gramedia. (databoks.katadata.co.id)

Pada 2023 dilakukan survei mengenai media yang dipilih untuk membaca buku. Berdasarkan survei tersebut 83 persen responden Indonesia memilih handphone sebagai media membaca buku,12 persen memilih buku fisik, dan 1 persen memilih tablet sebagai media membaca. Hal ini membuat pembaca buku fisik di Indonesia lebih rendah jika dibandingkan  Jepang dengann persentase pembaca buku fisik sebesar 71 persen databoks.katadata.co.id.

Grafik media baacan yang digunakan responden Indonesia. (databoks.katadata.co.id)
Grafik media baacan yang digunakan responden Indonesia. (databoks.katadata.co.id)

2. Kurangnya Akses Bacaan

Buku merupakan akses penting bagi generasi penerus bangsa untuk mengembangkan pengetahuan. Namun, pada kenyataannya terdapat kesulitan mengakses buku di Indonesia. 

Melansir dari tirto.id, dari semua sekolah dasar yang ada di Indonesia hanya 61 persen yang memiliki perpustakaan dan dari jumlah tersebut hanya 31 persen yang berada dalam kondisi baik. Tidak hanya itu, buku yang ditulis dengan formal dan tidak menarik juga membuat siswa dan anak-anak memiliki pandangan yang buruk terhadap buku.

3. Kemiskinan

Kemiskinan juga turut andil menyumbang rendahnya tingkat minat baca di Indonesia. Anak-anak dari keluarga kurang mampu tidak dapat merasakan pendidikan yang sama dengan anak-anak lainnya. Hal ini juga dirasakan saat mereka ingin mengakses buku, terutama yang berada di pelosok daerah. Keterbatasan ekonomi inilah yang menyebabkan anak-anak tidak mendapat kesempatan melakukan literasi.

 

Merespon masalah darurat literasi di Indonesia, berikut adalah beberapa solusi yang dapat dilakukan guna meningkatkan minat baca pada anak.

1. Peningkatan Sarana Bacaan

Penyediaan fasilitas seperti perpustakaan akan mempermudah akses baca untuk anak-anak. Untuk meningkatkan koleksi bacaan buku di perpustakaan dapat dilakukan dengan menyumbangkan buku-buku pendidikan dan fiksi untuk membantu mereka yang membutuhkan.

2. Memanfaatkan Teknologi

Menerapkan teknologi dalam program literasi dapat membuat orang lebih tertarik. Mislanya, pengembangan aplikasi bacaan digital, belajar daring, dan audiobook yang memiliki fitur unik, sehingga pembaca tidak cepat bosan. Hal ini membuat teknologi dapat digunakan sebagai sarana literasi terdepan.

3. Penguatan Lingkungan Sosial

Salah satu faktor pendukung minat baca adalah dorongan dari keluarga dengan cara membangun kebiasaan senang membaca sejak dini. Maka dari itu, orang tua dan keluarga memiliki peran penting dalam perkembangan literasi anak. Tidak hanya itu, berbagi cerita dan buku dengan teman juga mendorong keinginan seseorang untuk membaca.

Baca juga: Memupuk Kembali Budaya Literasi Membaca

Melihat penurunan tingkat literasi anak Indonesia, Ultimates dapat berkontribusi dalam mengubah hal tersebut. Cara ini dapat dilakukan mulai dari hal kecil, seperti membacakan buku untuk sanak saudara atau menyumbangkan buku yang sudah tidak terpakai ke perpustakaan atau lembaga sosial. 

 

 

Penulis: Novela Chin

Editor: Mianda Florentina

Foto: lifestyle.kompas.com, databoks.katadata.co.id

Sumber:   gpseducation.oecd.org, datareportal.com, kompaspedia.kompas.id, tirto.id, databoks.katadata.co.id

Related Posts

Waka Waka Production Hadirkan Drama Musikal “2 AM: The Musical”

by
August 27, 2024

“Look Back”: Relasi Rumit antara Seniman dan Karya Mereka

by
August 15, 2024

RAN For Your Kids, Persembahan RAN untuk Hari Anak Nasional

by
July 25, 2024

Siap Guncang 5 Kota, Reality Club Umumkan Konser Tur Bertajuk “Reality Club Presents…Indonesia Tour 2024”

by
July 20, 2024

UMN Jadi Tuan Rumah Pembukaan Jakarta Australs 2024 di Indonesia

by
July 5, 2024

Premium Content

Mahasiswa Dinilai Kurang Merawat Fasilitas Tumbler Day

March 26, 2018

Tips Mempercantik Alis Alami Tanpa Sulam

March 2, 2019

Jelang Pertandingan, Kapten Fiorentina Tutup Usia

March 4, 2018

Browse by Category

  • Business
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Health
  • Lifestyle
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • World

Browse by Tags

Explore Bali Market Stories Pandemic Premium Stay Home United Stated Vaccine Work From Home Wuhan

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Learn more

Categories

  • Business
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Health
  • Lifestyle
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • World

Browse by Tag

Explore Bali Market Stories Pandemic Premium Stay Home United Stated Vaccine Work From Home Wuhan

Recent Posts

  • Waka Waka Production Hadirkan Drama Musikal “2 AM: The Musical”
  • “Look Back”: Relasi Rumit antara Seniman dan Karya Mereka
  • RAN For Your Kids, Persembahan RAN untuk Hari Anak Nasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?