• Login
Upgrade
uvcef4fq.ultimagz.com
Advertisement
No Result
View All Result
No Result
View All Result
uvcef4fq.ultimagz.com
No Result
View All Result

Istirahatlah Kata-Kata: Ironi di Negeri Sendiri

by
February 10, 2017
in Uncategorized
0
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Istirahatlah Kata-Kata merupakan film besutan Yosep Anggi Noen yang telah menerima berbagai apresiasi, nominasi, dan penghargaan di dalam dan luar negeri. Menjadi sebuah ironi ketika di negeri sendiri, film ini kalah saing dengan film-film komedi romantis dan drama mainstream Indonesia yang terasa dangkal dibandingkan film ini.

Berlatar di akhir rezim Orde Baru, Wiji Thukul yang diperankan oleh Gunawan Maryanto, merupakan tokoh kontroversial. Pasalnya, penyair yang juga aktivis ini vokal dalam mengkritisi rezim yang represif. Di tahun 1996, setelah kerusuhan Kudatuli yang melibatkan Partai Demokrasi Republik, Wiji dianggap menjadi salah satu dalang dari pecahnya kerusuhan.

Buron, ia dibantu rekan-rekannya lari dari rumahnya di Solo dan bersembunyi di daerah terpencil di Pontianak. Hidup dalam ketakutan sambil dibayang-bayangi rasa rindunya terhadap keluarganya membuat hidupnya dalam pelarian tidak tenang.

Wiji Thukul sendiri dinyatakan hilang satu bulan sebelum Soeharto lengser dan rezim Orde Baru tumbang, diduga tertangkap dan sengaja dihilangkan oleh pemerintahan yang berkuasa saat itu.

//[su_youtube_advanced url=”https://www.youtube.com/watch?v=Ug08hUI7oFk&t=4s”]

Cerita ini dikemas dalam sebuah film yang memadukan teknik sinematografi yang matang dengan berbagai komposisi gambar, skrip dengan dialog yang tepat dan tidak didramatisir, serta akting mumpuni dari aktor-aktor kawakan Indonesia seperti Melanie Subono dan Marissa Anita, yang bisa menampilkan emosi yang sesuai dengan konteks dalam setiap adegan.

Tak heran film ini diganjar berbagai nominasi dan penghargaan prestisius dari dalam dan luar negeri seperti Golden Hanoman Award di Jogja-NETPAC Asian Film Festival, Apresiasi Film Indonesia 2016 dengan kategori Film Panjang Non Bioskop terbaik, serta nominasi di Hamburg Film Festival 2016, Locarno International Film Festival 2016, dan masih banyak lagi.

Namun sungguh disayangkan ketika dunia internasional memberikan perhatian dan penghargaan dalam berbagai bentuk kepada film ini, mayoritas masyarakat Indonesia tidak begitu antusias dalam menyambut film ini.

Hanya diputar di delapan kota di Indonesia, hanya enam layar di dua bioskop di Jakarta yang memutarkan Istirahatlah Kata-Kata. Kemudian, hanya ada dua sampai tiga layar yang memutarkan film ini di kota-kota luar Jakarta. Jumlah penonton setiap pemutaran pun bisa dihitung dengan jari. Seperti pada Rabu (25/01/17) di Cinema XXI Plaza Senayan, pemutaran pukul 14.50, hanya sembilan orang yang menonton Istirahatlah Kata-Kata.

Miris melihat bahwa sebuah film yang bercerita tentang tokoh yang baik secara langsung maupun tidak langsung berjasa memperjuangkan Reformasi, sebuah film yang sarat akan sejarah, dan sebuah film yang edukatif kalah populer dengan film-film Indonesia bergenre lain yang cenderung klise.

Membandingkan dengan popularitas salah satu film komedi romantis Indonesia yang tayang bersamaan dengan Istirahatlah Kata-Kata, film tersebut diputar di 35 kota di Indonesia dengan 13 layar yang disediakan di Jakarta, yang bisa dibilang hanya berupa hiburan kosong apabila dibandingkan Istirahatlah Kata-Kata.

Masyarakat Indonesia seperti terlalu sibuk untuk mengunggah tagar Melawan Lupa ketika ada konflik-konflik atau masalah-masalah yang berkaitan dengan sejarah bangsa, namun dengan acuhnya melupakan sebuah kisah sejarah yang tak patut dilupakan. Sungguh sebuah ironi di negeri sendiri.

Penulis: Christian K. Yang 

Editor: Christoforus Ristianto

Sumbe: imdb.com; qubicle.id; thejakartapost.com

Fot: hollywoodreporter.com

Related Posts

Waka Waka Production Hadirkan Drama Musikal “2 AM: The Musical”

by
August 27, 2024

“Look Back”: Relasi Rumit antara Seniman dan Karya Mereka

by
August 15, 2024

RAN For Your Kids, Persembahan RAN untuk Hari Anak Nasional

by
July 25, 2024

Siap Guncang 5 Kota, Reality Club Umumkan Konser Tur Bertajuk “Reality Club Presents…Indonesia Tour 2024”

by
July 20, 2024

UMN Jadi Tuan Rumah Pembukaan Jakarta Australs 2024 di Indonesia

by
July 5, 2024

Premium Content

Ultigraph 3.0 Meriahkan Lobby UMN

May 26, 2014

IWF 2019: Menerbitkan Buku Itu Tidak Sulit!

September 6, 2019

Kojima Production Resmi Rilis Gim “Death Stranding”

November 10, 2019

Browse by Category

  • Business
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Health
  • Lifestyle
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • World

Browse by Tags

Explore Bali Market Stories Pandemic Premium Stay Home United Stated Vaccine Work From Home Wuhan

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Learn more

Categories

  • Business
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Health
  • Lifestyle
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • World

Browse by Tag

Explore Bali Market Stories Pandemic Premium Stay Home United Stated Vaccine Work From Home Wuhan

Recent Posts

  • Waka Waka Production Hadirkan Drama Musikal “2 AM: The Musical”
  • “Look Back”: Relasi Rumit antara Seniman dan Karya Mereka
  • RAN For Your Kids, Persembahan RAN untuk Hari Anak Nasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?