• Login
Upgrade
uvcef4fq.ultimagz.com
Advertisement
No Result
View All Result
No Result
View All Result
uvcef4fq.ultimagz.com
No Result
View All Result

Miskonsepsi Perbedaan Close-minded dan Berpendirian Teguh

by
September 21, 2021
in Uncategorized
0
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Hadirnya media sosial sebagai wadah komunikasi global mempermudah kita menerima cara pandang baru mengenai sesuatu. Sudut pandang ini terkadang tidak selaras dengan pikiran kita.

Ketika menerima sebuah paradigma yang tidak sesuai dengan apa yang kita yakini, kita memiliki tiga pilihan. Yaitu menerima pandangan tersebut dan meyakininya, mencoba mempertimbangkannya dan memutuskan untuk tetap pada pendirian kita, atau menolak tanpa memahaminya terlebih dahulu. Pilihan inilah yang memunculkan istilah open-minded dan close-minded.

Hakikat dan miskonsepsi open-minded

Menurut Profesor Psikologi dalam ilmu pengambilan keputusan di University of Pennsylvania, Jonathan Baron, open-minded adalah tindakan seseorang yang mencoba berpikir secara beyond of our belief dan selalu mencoba mencari bukti baru di luar konstruk pendirian diri yang sudah tertanam. Jadi, open-minded merupakan proses membuka diri terhadap suatu gagasan yang tidak selaras dengan keyakinan kita.

Menurut Harvard Business Review, terdapat beberapa hal yang dapat menandakan seseorang open-minded. yaitu:

  • Menghormati sudut pandang orang lain.
  • Tidak over-confident secara intelektual.
  • Mampu memisahkan antara sisi ego (emosional) dan intelektual (akal).
  • Memiliki keberanian untuk merevisi sudut pandang kita, ketika kita salah.

Istilah open-minded ini sayangnya acap kali disalahartikan oleh masyarakat internet. Open-minded tanpa sadar menjadi sebutan bagi orang-orang yang setuju dan mendukung segala paham-paham global yang terkadang kontradiktif dengan paradigma tradisional masyarakat Indonesia. Misalnya terbuka dengan paham LGBTQ+, feminisme, agnostik, dan paham-paham lainnya. Sebaliknya, orang-orang yang memilih untuk tetap memegang nilai-nilai yang mereka yakini, dicap oleh warga internet sebagai close-minded atau berpikiran tertutup.

Close-minded dan berpendirian teguh

Terdapat sebuah perbedaan yang cukup signifikan di antara menjadi close-minded dan berpendirian teguh. Meski begitu, masih banyak orang yang kurang memahami perbedaan ini. Secara sederhana, orang berpendirian teguh mampu mempertimbangan argumen orang lain dan menghargai perbedaan tersebut. Sementara, orang berpikiran tertutup langsung menutup diri dan cenderung memaksakan keyakinannya kepada orang lain.

Orang yang menolak suatu gagasan baru belum tentu tidak mencoba membuka diri untuk mencerna gagasan tersebut. Sebaliknya, orang yang menerima sebuah gagasan baru bukan berarti telah memproses apa yang ia terima, bisa jadi mereka hanya ikut-ikutan saja.

Istilah open-minded dan close-minded dalam debat digital

Pergeseran definisi istilah open-minded dan close-minded akhirnya menjadi cara baru masyarakat dalam menghakimi satu sama lain dalam debat mereka di Internet. Marak terjadi orang-orang memaksakan gagasan yang mereka yakini kepada orang lain dengan ‘open-minded’ sebagai ‘senjata’. Hal ini mengakibatkan banyak orang menjadi terpaksa menerima sebuah gagasan karena takut dicap inferior. Padahal keterbukaan pemikiran seseorang terhadap suatu gagasan, tidak dapat kita nilai dari keputusan yang diambilnya.

Oleh karena itu, untuk kalian yang memang tidak setuju dengan sebuah paham modern yang dianut mayoritas, jangan takut untuk tetap berpegang pada prinsip yang diyakini. Sebaliknya, kalian yang setuju dengan paham modern tersebut, cobalah berpikiran lebih terbuka terhadap orang-orang yang memutuskan untuk menolak paham tersebut. Ingat, memaksakan apa yang kita yakini justru malah membuat kita yang menjadi close-minded, lho.

 

Penulis: Reynaldy Michael Yacob, Komunikasi Strategis 2020

Editor: Andi Annisa Ivana Putri

Fotografer: Veronica Novaria

Sumber: Baron, J. (1988). Thinking and deciding. New York: Cambridge University Press, hbr.org, idntimes.com

Related Posts

Waka Waka Production Hadirkan Drama Musikal “2 AM: The Musical”

by
August 27, 2024

“Look Back”: Relasi Rumit antara Seniman dan Karya Mereka

by
August 15, 2024

RAN For Your Kids, Persembahan RAN untuk Hari Anak Nasional

by
July 25, 2024

Siap Guncang 5 Kota, Reality Club Umumkan Konser Tur Bertajuk “Reality Club Presents…Indonesia Tour 2024”

by
July 20, 2024

UMN Jadi Tuan Rumah Pembukaan Jakarta Australs 2024 di Indonesia

by
July 5, 2024

Premium Content

Bambang Widjojanto: UU MD3 Potensi Korupsi

November 9, 2014

KRPI Desak Pemerintah Realisasi Panca Maklumat Rakyat Pekerja

May 4, 2018

Disney Ungkap Pemeran Seri Star Wars Baru “Obi-Wan Kenobi”

October 26, 2021

Browse by Category

  • Business
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Health
  • Lifestyle
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • World

Browse by Tags

Explore Bali Market Stories Pandemic Premium Stay Home United Stated Vaccine Work From Home Wuhan

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Learn more

Categories

  • Business
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Health
  • Lifestyle
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • World

Browse by Tag

Explore Bali Market Stories Pandemic Premium Stay Home United Stated Vaccine Work From Home Wuhan

Recent Posts

  • Waka Waka Production Hadirkan Drama Musikal “2 AM: The Musical”
  • “Look Back”: Relasi Rumit antara Seniman dan Karya Mereka
  • RAN For Your Kids, Persembahan RAN untuk Hari Anak Nasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?