• Login
Upgrade
uvcef4fq.ultimagz.com
Advertisement
No Result
View All Result
No Result
View All Result
uvcef4fq.ultimagz.com
No Result
View All Result

Polemik RUU Permusikan di Mata Musisi Indonesia

by
February 6, 2019
in Uncategorized
0
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com–Rancangan Undang-Undang (RUU) Permusikan tengah ramai menjadi perbincangan masyarakat, terutama para musisi. Draf yang sudah ada sejak 2017 tersebut kini mendapat beberapa respons, baik pro maupun kontra. Sejak 24 Oktober 2018, RUU Permusikan telah resmi masuk ke dalam Program Legislasi Nasional dengan 54 pasal yang terkandung di dalamnya.

Rancangan ini menjadi polemik lantaran beberapa pasalnya dianggap membelenggu kreativitas musisi dalam berkarya. Sebagai contoh, pasal 5 yang berisikan 7 ayat. Salah satu ayat berbunyi, “Dalam proses kreasi, musisi dilarang mendorong khalayak melakukan kekerasan serta melawan hukum, dilarang membuat konten pornografi, dilarang memprovokasi pertentangan antarkelompok, dilarang menodai agama, dilarang membawa pengaruh negatif budaya asing, dan dilarang merendahkan harkat serta martabat manusia.”

Pasal ini dianggap ‘karet’ karena bisa dipelintir sesuai keinginan pelapor. Musisi yang melakukan kritik melalui lagunya seperti Iwan Fals dan Feast bisa jadi dipidanakan. Pengaturan perihal pidana mengenai musisi yang melanggar aturan diatur dalam pasal 50 meskipun belum dijelaskan jangka waktu penjara dan jumlah denda yang harus dibayarkan.

Sumber: CNNIndonesia.com

 

Dikutip dari cnnindonesia.com, pengamat musik Wendi Putranto menilai Pasal 5 RUU Permusikan sangat tidak jelas karena tidak memiliki tolok ukur yang pasti. Misalnya, tidak ada penjelasan pasti soal hal-hal yang dilarang dalam pasal tersebut.

“Kalau baca Pasal 5, ini merendahkan kecerdasan intelektual seniman, khususnya pencipta lagu. Enggak perlu dilarang kayak begitu, setiap musisi pasti punya self-censorship. Kalau mau ada aturan, kasih tolok ukur yang jelas,” kata Wendi kepada cnnindonesia.com melalui sambungan telepon, Rabu (30/01/19).

Ketidaksetujuan atas adanya RUU Permusikan ini membuat beberapa musisi, produser musik, dan pekerja industri musik bersatu membentuk Koalisi Nasional Tolak RUU. Hingga Selasa (05/02/19), terdapat total 262 orang yang bergabung, di antaranya Endah Widiastuti (Endah n Rhesa), Danilla Riyadi, Superman is Dead, dan Cholil Mahmud (Efek Rumah Kaca). Komisi Nasional Tolak RUU ini melihat adanya masalah dalam 19 pasal yang ada, seperti pasal 4, 5, 7, dan 10 yang berpotensi menghambat perkembangan proses kreatif di dunia musik.

Melihat penolakan terhadap RUU Permusikan, musisi dan anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah sempat berdialog dengan ratusan musisi, seperti Rara Sekar, Glenn Fredly, Kadri Mohamad, Once Mekel, Anji, dan Armand Maulana pada Senin (04/02/19).  Namun, diskusi ini tidak menemui titik tengah.

 

Banyaknya penolakan terhadap RUU Permusikan juga membuat musisi Danilla Riyadi membuat petisi penolakan yang ia sebarkan melalui akun Twitternya. Hingga Rabu (06/02/19), petisi tersebut telah ditandatangani lebih dari 188.000 orang.

Ada petisi https://t.co/gEMD85lw7x

— DANILLA (@danillajpr) February 3, 2019

Meskipun banyak menuai kontra dari para musisi, ada pula yang melihat sisi baik dari RUU Permusikan. Salah satunya yaitu Sandy dari PAS Band. Ia mengklaim dirinya tidak berpihak di sisi pro maupun kontra karena RUU ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Di sisi baiknya, Sandy mengapresiasi draf RUU Permusikan yang masih memikirkan nasib musisi kelak di hari tuanya.

“Musisi di masa tua itu enggak boleh susah. Makanya lawan pembajakan, lawan holding company besar yang mengkebiri kita, misalnya dengan memberi gaji murah. Dasarnya (tujuan RUU Permusikan) untuk kesejahteraan musisi, saya setuju,” pungkas Sandy, dikutip dari kompas.com.

 

Penulis: Andi Annisa Ivana Putri

Editor: Geofanni Nerissa Arviana

Infografis: cnnindonesia.com

Sumber: cnnindonesia.com, kompas.com, idntimes

Foto: kompas.com

Related Posts

Waka Waka Production Hadirkan Drama Musikal “2 AM: The Musical”

by
August 27, 2024

“Look Back”: Relasi Rumit antara Seniman dan Karya Mereka

by
August 15, 2024

RAN For Your Kids, Persembahan RAN untuk Hari Anak Nasional

by
July 25, 2024

Siap Guncang 5 Kota, Reality Club Umumkan Konser Tur Bertajuk “Reality Club Presents…Indonesia Tour 2024”

by
July 20, 2024

UMN Jadi Tuan Rumah Pembukaan Jakarta Australs 2024 di Indonesia

by
July 5, 2024

Premium Content

Sevilla Benamkan Manchester United di Old Trafford

March 14, 2018

Angelia Chandra dan Elroy Andrew Siap Pimpin HIMSI Periode Tahun Ini

November 18, 2019

Hazard Akan Tinggalkan Chelsea Demi Istri

April 12, 2014

Browse by Category

  • Business
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Health
  • Lifestyle
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • World

Browse by Tags

Explore Bali Market Stories Pandemic Premium Stay Home United Stated Vaccine Work From Home Wuhan

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Learn more

Categories

  • Business
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Health
  • Lifestyle
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • World

Browse by Tag

Explore Bali Market Stories Pandemic Premium Stay Home United Stated Vaccine Work From Home Wuhan

Recent Posts

  • Waka Waka Production Hadirkan Drama Musikal “2 AM: The Musical”
  • “Look Back”: Relasi Rumit antara Seniman dan Karya Mereka
  • RAN For Your Kids, Persembahan RAN untuk Hari Anak Nasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?