• Login
Upgrade
uvcef4fq.ultimagz.com
Advertisement
No Result
View All Result
No Result
View All Result
uvcef4fq.ultimagz.com
No Result
View All Result

“Queen Bee Syndrome”: Sisi Gelap dari Supremasi Perempuan

by
December 4, 2022
in Uncategorized
0
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Apakah di antara Ultimates ada yang pernah mendengar istilah Queen Bee Syndrome? Jika biasanya kita akrab dengan slogan “girls support girls” yang berarti perempuan saling mendukung satu sama lain, Queen Bee Syndrome justru memiliki arti sebaliknya.

“Mean Girls” adalah salah satu dari banyak contoh film yang menampilkan Queen Bee Syndrome. Di film tersebut, sosok Regina George, yang diperankan oleh Rachel McAdams, menggambarkan stereotip seorang queen bee. Regina ditunjukkan sebagai karakter yang memiliki sifat dominan, melakukan perundungan, dan membiarkan perempuan lain tunduk kepadanya. 

Queen Bee Syndrome pertama kali dicetuskan oleh T. E. Jayarante, C. Tavris dan G. L. Staines pada 1973. Istilah tersebut menggambarkan sikap diskriminasi kepada sesama perempuan ketika mereka merasa tidak ingin diungguli oleh perempuan lain dalam berbagai hal seperti penampilan, kecerdasan dan status sosial. Dalam kata lain, perempuan akan menganggap perempuan lain sebagai saingan. 

Dilansir dari bbcnews.com, Profesor Naomi Ellemers berpendapat bahwa Queen Bee Syndrome adalah hasil dari adanya stereotip gender yaitu seksisme. Stereotip tersebut memunculkan ketidaksetaraan dan menyebabkan perempuan harus berjuang lebih banyak untuk menempati posisi setara atau di atas laki-laki.

Ketika sudah mencapai posisi yang diinginkan, mereka cenderung merasa lebih unggul dibandingkan perempuan lain sehingga secara sadar menciptakan jarak antara diri dengan perempuan lain. Mereka yang mengidap sindrom ini akan lebih kritis pada rekan kerja atau bawahan yang sesama perempuan karena mereka menganggapnya potensial sebagai ancaman. 

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Gender in Management, para peneliti menemukan bahwa di dunia kerja, perempuan percaya bahwa perempuan lain adalah manajer yang baik, tetapi tidak ingin bekerja untuk mereka.

Studi tersebut menjelaskan bahwa hasilnya mungkin memiliki beberapa dasar dalam persepsi perempuan tentang manajer perempuan sebagai orang yang dominan. Manajer perempuan dilihat lebih emosional, dipandang lebih gugup dan lebih agresif daripada manajer pria.

Bisa disimpulkan bahwa Queen Bee Syndrome adalah topik kontroversial yang tidak dapat dibuktikan dengan temuan penelitian karena didasarkan pada persepsi. Queen Bee Syndrome harus dihentikan dan tidak boleh dinormalisasikan.

Bila kita melanggengkan kecenderungan apa pun yang ada bagi perempuan untuk membenci perempuan lain, bisa memperkuat gagasan bahwa mencapai nomor satu bisa dilakukan dengan menyabotase orang lain. Namun, kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan perempuan karena perilaku ini terdapat campur tangan dari adanya ketidaksetaraan gender yang masih bersemayam di tengah masyarakat. 

Sebaiknya, kita sama-sama mencapai paritas dan mencari solusi untuk menghilangkan sebanyak mungkin bias dan stereotip di sekitar kita. Ini akan memberikan kesempatan yang lebih adil bagi perempuan di tempat kerja, sekolah, dan lainnya, yang kemudian akan menghilangkan lingkungan beracun yang mengadu domba perempuan satu sama lain.

 

Penulis: Vanessa Anabelle Herlin 

Editor: Alycia Catelyn

Foto: Paramount 

Sumber: bbc.com, metro.co.uk, forbes.com, qz.com

Related Posts

Waka Waka Production Hadirkan Drama Musikal “2 AM: The Musical”

by
August 27, 2024

“Look Back”: Relasi Rumit antara Seniman dan Karya Mereka

by
August 15, 2024

RAN For Your Kids, Persembahan RAN untuk Hari Anak Nasional

by
July 25, 2024

Siap Guncang 5 Kota, Reality Club Umumkan Konser Tur Bertajuk “Reality Club Presents…Indonesia Tour 2024”

by
July 20, 2024

UMN Jadi Tuan Rumah Pembukaan Jakarta Australs 2024 di Indonesia

by
July 5, 2024

Premium Content

Kolaborasi Rizky Febian dan Mahalini Meriahkan Ramadhan Jazz Festival 2022

April 27, 2022

Rayakan Tabletop Day, UMN Board Game Community Kenalkan Board Games di Tangerang

May 1, 2017

Indonesia Raih Dua Emas dari Cabor Menembak SEA Games 2021

May 17, 2022

Browse by Category

  • Business
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Health
  • Lifestyle
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • World

Browse by Tags

Explore Bali Market Stories Pandemic Premium Stay Home United Stated Vaccine Work From Home Wuhan

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Learn more

Categories

  • Business
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Health
  • Lifestyle
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • World

Browse by Tag

Explore Bali Market Stories Pandemic Premium Stay Home United Stated Vaccine Work From Home Wuhan

Recent Posts

  • Waka Waka Production Hadirkan Drama Musikal “2 AM: The Musical”
  • “Look Back”: Relasi Rumit antara Seniman dan Karya Mereka
  • RAN For Your Kids, Persembahan RAN untuk Hari Anak Nasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?