• Login
Upgrade
uvcef4fq.ultimagz.com
Advertisement
No Result
View All Result
No Result
View All Result
uvcef4fq.ultimagz.com
No Result
View All Result

“Smiling Depression”, Luka Di Balik Senyuman Manis

by
March 1, 2022
in Uncategorized
0
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Seseorang yang kerap tersenyum belum tentu merasa bahagia. Sering kali mereka menutupi kesedihan atau depresi dengan melekukkan bibirnya agar terlihat senang. Namun, apakah Ultimates tahu bahwa senyuman bisa digunakan sebagai cara untuk menyembunyikan depresi?

Tindakan seperti ini sering disebut dengan smiling depression. Melansir halodoc.com, depresi yang tersenyum atau smiling depression adalah istilah untuk seseorang yang hidup dengan depresi sembari tampak sangat bahagia atau puas di luar. Buruknya, tindakan ini dapat memicu upaya bunuh diri. 

Secara umum, mereka yang kerap merasa bahagia dan mudah tertawa di depan orang lain ternyata memiliki luka di dalam hatinya. Meski sampai saat ini smiling depression belum digolongkan sebagai gangguan mental, kondisi ini dapat mengganggu kondisi primer seseorang. 

Oleh karena itu, beberapa gejala yang menunjukkan seseorang mengalami depresi yang tersenyum adalah perasaan yang tertekan, hilangnya ketertarikan untuk melakukan aktivitas yang digemari, insomnia, mudah lelah, merasa memiliki kesalahan yang tidak dapat dimaafkan, dan adanya keinginan untuk membunuh diri. Ini adalah gangguan depresi mayor dengan gejala atipikal, dan akibatnya banyak yang tidak tahu bahwa mereka mengalami depresi atau tidak mencari bantuan.

Walaupun terdapat beberapa gejala, mereka yang termasuk dalam smiling depression lebih sering tertawa, aktif, cerita, dan optimis. Keadaan ini lebih berbahaya dibandingkan pengidap depresi biasa yang cenderung lemah dan mudah menangis.

Baca juga “Mindfulness Meditation, Praktik Mencintai Diri Sendiri di Masa Kini”

Terdapat beberapa hal yang dapat memicu seseorang menjadi smiling depression. Pemicu yang paling utama adalah karena seseorang merasa dirinya tidak berguna. Ini juga didukung oleh stigma negatif masyarakat terhadap orang dengan gangguan mental yang membuat seseorang merasa tidak ada yang mendukung. 

Pemicu lainnya adalah media sosial. Dengan adanya depresi dan merasa tidak dibutuhkan orang lain, membuat seseorang menjadi depresi terus-menerus ketika melihat kesuksesan rekannya di media sosial. Sebab, media sosial dapat menimbulkan perasaan membandingkan dan tidak mampu.

Jika Ultimates merasa menjadi salah satu pengidap depresi ini, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegahnya sebelum menjadi lebih buruk lagi. Cobalah untuk bercerita ke orang yang dipercaya seperti orang tua, teman, sahabat, kekasih, dan orang terdekat lainnya. Jangan pernah memendam perasaan negatif yang kian menumpuk. Jika merasa semakin parah, Ultimates bisa menghubungi psikolog ataupun psikiater.

Selain bercerita, Ultimates juga harus menyadari bahwa kondisi ini ada dan serius. Dengan mengubah pola pikir, kerap beberapa orang mudah mencari jalan keluar dari situasi ini. Mereka dapat memilih dan memutuskan solusi yang mampu meredam depresi dan kekesalannya. 

Cara lainnya adalah melakukan meditasi. Melansir magdalene.co, studi dari Rutgers University di Amerika Serikat memperlihatkan mereka yang meditasi dan beraktivitas fisik dua kali seminggu mengalami penurunan tingkat depresi hingga 40% dalam waktu delapan minggu. Mencari kesibukan agar lebih produktif juga dapat mengurangi pikiran negatif yang ada dalam diri kita.

 

 

Penulis: Maria Katarina

Editor: Alycia Catelyn

Foto: unsplash.com

Sumber: magdalene.co, idntimes.com, halodoc.com

Related Posts

Waka Waka Production Hadirkan Drama Musikal “2 AM: The Musical”

by
August 27, 2024

“Look Back”: Relasi Rumit antara Seniman dan Karya Mereka

by
August 15, 2024

RAN For Your Kids, Persembahan RAN untuk Hari Anak Nasional

by
July 25, 2024

Siap Guncang 5 Kota, Reality Club Umumkan Konser Tur Bertajuk “Reality Club Presents…Indonesia Tour 2024”

by
July 20, 2024

UMN Jadi Tuan Rumah Pembukaan Jakarta Australs 2024 di Indonesia

by
July 5, 2024

Premium Content

Sam Allardyce akan Kehilangan Mou

December 19, 2015

Samsung Umumkan Perilisan Galaxy S20 FE

September 24, 2020

Meski Ditinggal Ketua, HMIF Dinilai Baik Walau Kurang Komunikatif

December 15, 2020

Browse by Category

  • Business
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Health
  • Lifestyle
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • World

Browse by Tags

Explore Bali Market Stories Pandemic Premium Stay Home United Stated Vaccine Work From Home Wuhan

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Learn more

Categories

  • Business
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Health
  • Lifestyle
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • World

Browse by Tag

Explore Bali Market Stories Pandemic Premium Stay Home United Stated Vaccine Work From Home Wuhan

Recent Posts

  • Waka Waka Production Hadirkan Drama Musikal “2 AM: The Musical”
  • “Look Back”: Relasi Rumit antara Seniman dan Karya Mereka
  • RAN For Your Kids, Persembahan RAN untuk Hari Anak Nasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?