• Login
Upgrade
uvcef4fq.ultimagz.com
Advertisement
No Result
View All Result
No Result
View All Result
uvcef4fq.ultimagz.com
No Result
View All Result

Zoom Fatigue: Ketika Kebanyakan Pertemuan Daring Membuat Lelah

by
February 2, 2022
in Uncategorized
0
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com — Pernahkah Ultimates merasa sulit berkonsentrasi ketika mengikuti berbagai macam pertemuan daring? Jika iya, itu merupakan tanda-tanda Ultimates mengalami zoom fatigue.

Dilansir dari psychologytoday.com, zoom fatigue merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kelelahan, kecemasan, atau kekhawatiran akibat penggunaan platform virtual secara berlebihan. Platform virtual yang dimaksud tidak hanya terbatas pada Zoom saja. Aplikasi seperti Skype, Google Hangouts, dan Microsoft Teams juga termasuk.

Dilansir dari healthline.com, zoom fatigue memiliki gejala yang mirip dengan burnout seperti mudah lupa, sulit konsentrasi, mudah frustrasi dan marah terhadap rekan kerja, hingga gejala fisik seperti ketegangan otot dan insomnia.

Gejala lainnya yang mungkin dirasakan seperti menghindari mengikuti pertemuan daring, merasa lelah setelah pertemuan daring, dan gangguan terhadap kemampuan untuk melakukan pekerjaan merupakan tanda-tanda Ultimates menderita zoom fatigue.

Menurut Direktur Pendiri Lab Interaksi Manusia Virtual Stanford, Profesor Jeremy Bailenson terdapat empat alasan utama mengapa zoom fatigue dapat terjadi. Berikut keempat alasan tersebut dilansir dari news.stanford.edu.

  1. Kontak mata dari jarak dekat yang berlebihan

Dalam pertemuan daring, seseorang cenderung melakukan jumlah kontak mata yang tidak normal. Padahal pada pertemuan biasa, manusia tidak selalu menghabiskan waktu saling bertatapan dengan orang lain. Namun, pada pertemuan daring akan selalu ada berbagai pasang mata yang melihat ke arah kamera. Kontak mata dari para peserta lainnya yang berlebihan dapat menimbulkan rasa cemas. Selain itu, ukuran wajah yang muncul di layar Zoom dapat terlihat terlalu besar bagi para peserta sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman.

  1. Melihat diri sendiri selama pertemuan daring

Dalam aplikasi pertemuan daring biasanya tersedia panel yang menunjukkan bagaimana pengguna terlihat di depan kamera. Melihat panel tersebut secara terus-menerus terasa tidak alami. Bailenson menggambarkan hal tersebut seperti sedang berjalan sambil diikuti orang lain yang membawa cermin. Profesor di Stanford ini juga mengatakan ketika melihat cerminan diri maka seseorang akan menjadi lebih kritis terhadap diri sendiri.

  1. Pergerakan yang terbatas

Dalam pertemuan daring, kamera memiliki bidang pandang yang terbatas sehingga pengguna terpaksa harus berada di tempat yang sama agar terlihat di kamera. Hal tersebut membatasi pergerakan padahal menurut Bailenson ada penelitian yang mengatakan bahwa ketika orang bergerak maka kinerja kognitif mereka akan lebih baik.

  1. Kesulitan mengirim isyarat nonverbal

Dalam percakapan tatap muka, isyarat nonverbal merupakan salah satu hal yang sering dilakukan. Namun, semenjak beralih ke pertemuan daring, pengguna akan mengalami kesulitan ketika ingin mengirim isyarat nonverbal tersebut. Bailenson mengambil contoh ketika ingin menyetujui sesuatu seseorang harus mengangguk secara berlebihan atau mengacungkan jempol. Hal tersebut menambah beban kognitif karena pengguna harus berusaha lebih keras untuk mengirim dan menerima isyarat-isyarat tersebut.

Setelah mengetahui gejala dan alasan dari zoom fatigue ada baiknya Ultimates mengikuti solusi yang ditawarkan Bailenson untuk mengatasi masalah ini. Yuk simak infografik berikut!

Zoom Fatigue: Ketika Kebanyakan Pertemuan Daring Membuat Lelah (Ultimagz)
Infografik cara mencegah zoom fatigue (Infografik: ULTIMAGZ/Louis Brighton Putramarvino)

Penulis: Louis Brighton Putramarvino

Editor: Jessica Elisabeth

Foto: pexels.com

Sumber: psychologytoday.com, healthline.com, news.stanford.edu

Related Posts

Waka Waka Production Hadirkan Drama Musikal “2 AM: The Musical”

by
August 27, 2024

“Look Back”: Relasi Rumit antara Seniman dan Karya Mereka

by
August 15, 2024

RAN For Your Kids, Persembahan RAN untuk Hari Anak Nasional

by
July 25, 2024

Siap Guncang 5 Kota, Reality Club Umumkan Konser Tur Bertajuk “Reality Club Presents…Indonesia Tour 2024”

by
July 20, 2024

UMN Jadi Tuan Rumah Pembukaan Jakarta Australs 2024 di Indonesia

by
July 5, 2024

Premium Content

Shintya Feronica Raih Gelar Miss UMN 2015

November 16, 2015

Discord Hadirkan “Stage Channels” Fitur Mirip Clubhouse

April 6, 2021

Diego Costa Klaim Menjadi Penerus Luis Suarez

October 25, 2015

Browse by Category

  • Business
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Health
  • Lifestyle
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • World

Browse by Tags

Explore Bali Market Stories Pandemic Premium Stay Home United Stated Vaccine Work From Home Wuhan

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Learn more

Categories

  • Business
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Health
  • Lifestyle
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • World

Browse by Tag

Explore Bali Market Stories Pandemic Premium Stay Home United Stated Vaccine Work From Home Wuhan

Recent Posts

  • Waka Waka Production Hadirkan Drama Musikal “2 AM: The Musical”
  • “Look Back”: Relasi Rumit antara Seniman dan Karya Mereka
  • RAN For Your Kids, Persembahan RAN untuk Hari Anak Nasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?