• Login
Upgrade
uvcef4fq.ultimagz.com
Advertisement
No Result
View All Result
No Result
View All Result
uvcef4fq.ultimagz.com
No Result
View All Result

Kendaraan Listrik: Solusi Polusi Udara Indonesia yang Masih Suram

by
October 2, 2023
in Uncategorized
0
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Kendaraan listrik hadir sebagai opsi untuk menekan angka polusi udara di Indonesia, khususnya di wilayah Jabodetabek. Namun, apakah solusi tersebut tepat dalam mengurangi polusi udara? 

Saat ini Indonesia sedang dalam tahap krisis kualitas udara. Berdasarkan Indeks Kualitas Udara (AQI) pada Juni 2023, Indonesia berada pada peringkat pertama dalam daftar sepuluh besar negara dengan polusi terburuk di dunia. Peringkat tersebut bukan sebuah pencapaian, melainkan sebuah peringatan baik bagi pemerintah maupun masyarakat Indonesia. 

Baca juga: Pemerintah Berikan Subsidi, Mari Lihat Empat Manfaat Motor Listrik

Kondisi ini tentunya sangat berbanding terbalik pada saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada 2021 sampai 2022 lalu. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pada saat itu tingkat polusi udara menurun sebanyak 42 persen, dilansir dari liputan6.com. Polusi udara yang sedang berkecamuk saat ini ditimbulkan oleh beberapa penyebab seperti penggunaan kendaraan emisi karbon, aktivitas Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) atau musim kemarau panjang selama beberapa bulan terakhir.

Maka dari itu, pemerintah dengan gencar membuat himbauan dan kebijakan dalam rangka mengurangi polusi udara. Salah satunya adalah mengajak masyarakat untuk beralih dari kendaraan emisi karbon ke kendaraan listrik. 

Kehadiran kendaraan listrik di Indonesia sebenarnya sudah ada sejak awal 2012. Namun, sempat mengalami kemunduran karena masyarakat lebih banyak memilih bahan bakar minyak (BBM) yang murah dan terjangkau, sampai akhirnya pada 2020 kendaraan listrik mulai berkembang. 

Perkembangan kendaraan listrik ini disertai dengan tren dan juga dukungan pemerintah Indonesia. Pemerintah ingin melanggengkan target emisi nol bersih 2050 dan meringankan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yang terbebani subsidi BBM. Maka dari itu, pemerintah pun banyak memberi dukungan subsidi dengan rentang sebesar Rp5 hingga Rp80 juta sesuai jenis kendaraan listrik. Kemudian, dukungan pemerintah untuk elektrifikasi kendaraan juga terlihat dari pabrik PT Hyundai Motor Manufacturing yang meluncurkan mobil listrik IONIC 5. 

Solusi yang Masih Suram

Namun, sebagian besar masyarakat Indonesia mengaku belum siap dengan peralihan ke kendaraan listrik. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Continuum Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), sebanyak 80,77 persen masyarakat tidak setuju dengan adanya subsidi mobil listrik. Menurut mayoritas responden, subsidi mobil listrik ini hanya dapat dinikmati oleh orang-orang tertentu saja yang sebenarnya tidak memerlukan subsidi tersebut. 

Selain itu, keberadaan kendaraan listrik belum berbanding lurus dengan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), hanya sebanyak 842 SPKLU yang tersebar di 488 wilayah Indonesia. Jumlah tersebut terhitung masih kurang jika dibandingkan dengan jumlah kendaraan listrik yang mencapai 81.525, dilansir dari cnbcindonesia.com. 

Masalah lain dari kendaraan listrik adalah produksi baterai yang tidak ramah lingkungan. Sebab, pembuatan baterai menggunakan emisi karbon. Tidak hanya itu, meskipun teknologi baterai terus berkembang, masih ada ketidakpastian terkait dengan masa pakai, efisiensi, dan dampak lingkungan dari produksi serta pembuangan baterai kendaraan listrik.

Sebetulnya, pemberlakuan mengenai kendaraan listrik ini memiliki tujuan baik dan menjadi solusi tepat untuk menjaga kesehatan lingkungan sekitar serta udara yang dikhawatirkan semakin buruk. Namun, masih banyak masalah dalam meraih hal tersebut, yakni perihal subsidi kendaraan listrik yang tepat sasaran, jumlah fasilitas SPKLU, dan produksi baterai ramah lingkungan.

Dibandingkan subsidi mobil listrik yang dinilai kurang tepat sasaran, subsidi motor listrik lebih baik untuk dimaksimalkan. Sebab, motor listrik memiliki harga yang lebih terjangkau untuk setiap lapisan masyarakat. Terlebih, pengguna motor di Indonesia sangat banyak. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat 26,3 juta penggunaan kendaraan bermotor di Jakarta sebanyak 26,3 juta. Jika mayoritas pengguna motor beralih ke motor listrik, hal ini akan mengurangi polusi udara secara signifikan. 

Baca juga: Menjaga Kesehatan di Tengah Polusi Tangerang Selatan yang Tinggi

Selain itu, salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengurangi polusi, yaitu dengan mengajak masyarakat menggunakan kendaraan umum dibandingkan dengan kendaraan pribadi. Penggunaan kendaraan pribadi sebetulnya tidak salah jika digunakan sesuai dengan tujuannya. Namun, perjalanan mandiri akan lebih baik jika menggunakan kendaraan umum seperti bus, angkot, dan kendaraan lainnya. Selain udara yang akan menjadi lebih bersih, tentunya kondisi jalanan akan terlihat lebih baik jika penggunaan kendaraan pribadi dapat dikurangi. 

Akan tetapi, perlu diingat juga bahwa polusi udara di Indonesia tidak hanya berasal dari penggunaan kendaraan seperti mobil, motor, dan kendaraan lainnya. Aktivitas manusia seperti Pembangkit Listrik Tenaga Udara (PLTU) dan pembakaran limbah adalah faktor terbesar yang turut menyebabkan udara menjadi rusak. Selain itu, kondisi cuaca juga menjadi salah satu faktor udara sekitar menjadi kurang sehat. 

 

 

Penulis: Mianda Florentina, Ruth Yushiana 

Editor: Vellanda

Sumber: liputan6.com, indonesiabaik.id, cnbcindonesia.com, kompas.com, kompas.id

Foto: Justin Dave Martambun

Related Posts

Waka Waka Production Hadirkan Drama Musikal “2 AM: The Musical”

by
August 27, 2024

“Look Back”: Relasi Rumit antara Seniman dan Karya Mereka

by
August 15, 2024

RAN For Your Kids, Persembahan RAN untuk Hari Anak Nasional

by
July 25, 2024

Siap Guncang 5 Kota, Reality Club Umumkan Konser Tur Bertajuk “Reality Club Presents…Indonesia Tour 2024”

by
July 20, 2024

UMN Jadi Tuan Rumah Pembukaan Jakarta Australs 2024 di Indonesia

by
July 5, 2024

Premium Content

Pertama di Asia Tenggara, Grab Hadirkan Vaksin Drive-Thru di Bali

March 2, 2021

Konser Graduation ‘Dirimu Melody’ Akhiri Perjalanan Melody JKT48

March 27, 2018

Youtube Kids Luaskan Pilihan Video Melalui Fitur Baru

September 19, 2018

Browse by Category

  • Business
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Health
  • Lifestyle
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • World

Browse by Tags

Explore Bali Market Stories Pandemic Premium Stay Home United Stated Vaccine Work From Home Wuhan

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Learn more

Categories

  • Business
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Health
  • Lifestyle
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • World

Browse by Tag

Explore Bali Market Stories Pandemic Premium Stay Home United Stated Vaccine Work From Home Wuhan

Recent Posts

  • Waka Waka Production Hadirkan Drama Musikal “2 AM: The Musical”
  • “Look Back”: Relasi Rumit antara Seniman dan Karya Mereka
  • RAN For Your Kids, Persembahan RAN untuk Hari Anak Nasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?