• Login
Upgrade
uvcef4fq.ultimagz.com
Advertisement
No Result
View All Result
No Result
View All Result
uvcef4fq.ultimagz.com
No Result
View All Result

Mengenal Eka Kurniawan, Novelis Indonesia yang Karyanya Diakui Dunia

by
March 6, 2019
in Uncategorized
0
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Dunia literasi Indonesia kini diwarnai oleh berbagai nama-nama penulis terkenal. Eka Kurniawan merupakan salah satu di antara jajaran penulis kenamaan bangsa. Lelaki kelahiran 28 November 1975 ini berhasil menciptakan karya spektakuler yang telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa.

Karya pertamanya yang berjudul ‘Cantik Itu Luka’ telah diterjemahkan ke dalam 30 bahasa. Novel ini mengangkat kisah seorang wanita cantik bernama Dewi Ayu yang menjadi seorang pelacur. Dewi Ayu kemudian memiliki 3 orang anak perempuan yang sangat jelita dari ayah yang berbeda. Ketika Dewi Ayu melahirkan anak keempat, bertolak belakang dengan kakak-kakaknya, anak itu buruk rupa. Namun, Dewi Ayu tetap memberinya nama Cantik.

Latar dalam novel yang terbit pertama kali pada tahun 2002 ini berada pada waktu pendudukan Jepang di Indonesia hingga masa pemberontakan PKI 1965. Eka Kurniawan menggunakan bahasa yang sangat eksplisit dalam penggambaran ceritanya. Sejak halaman pertama Eka membuat pembaca merasa penasaran karena Eka ‘menghidupkan’ kembali Dewi Ayu yang dikisahkan sudah tewas selama 21 tahun.

Cover terbaru dari novel “Cantik Itu Luka”

“Kawin dengan orang yang tak pernah dicintai jauh lebih buruk dari hidup sebagai pelacur.”

Dalam novel ini, Eka menarik simpati pembaca terhadap tokoh-tokoh yang diciptakannya. Eka memetakan pikiran bahwa menjadi cantik tidak selamanya indah. Alur maju-mundur membuat cerita ini semakin tidak tertebak.  Pembaca baru bisa menyimpulkan benang merah keseluruhan cerita ketika sampai di halaman terakhir novel ini.

Novel keduanya ‘Lelaki Harimau’ telah diterbitkan dalam bahasa Inggris, Italia, Korea, Jerman dan Prancis. Novel ini menjadi novel Indonesia pertama yang dinominasikan di ajang penghargaan sastra bergengsi dunia, “The Man Booker International Prize”. Melalui novel ini pula, Jurnal Foreign Policy menobatkannya sebagai salah satu dari 100 pemikir paling berpengaruh di dunia. Hal ini berhasil menegaskan posisi Indonesia di peta kesusastraan dunia.

Eka menciptakan tokoh Margio pada novel ini. Seorang bocah penangkap babi yang pada suatu sore terseret ke dalam pembunuhan paling brutal di desanya. Margio bersikeras mengelak tuduhan yang dijatuhkan kepadanya dan terus menerus berkata “Bukan aku yang melakukannya. Ada harimau di dalam tubuhku.”

Sama seperti novel sebelumnya, Eka masih menggunakan latar Indonesia masa lalu. Alur pun juga dibuat maju mundur dengan kesimpulan yang baru bisa dimengerti di halaman-halaman akhir novel ini.

“Jika seseorang tak bisa mengendalikan binatang ini, ia bisa begitu ganasnya hingga tak ada apa pun bisa menahannya jika ia mengamuk.”

Selain kedua novel ini, Eka juga menerbitkan ‘Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas’ (2014), ‘Novel O’ (2016), ‘Corat-Coret di Toilet’ (2000), ‘Gelak Sedih dan Cerita-cerita Lainnya’ (2005), ‘Cinta Tak Ada Mati’ (2005), ‘Kumpulan Budak Setan’ (2010), ‘Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi’ (2015).

Pada tahun 2018 Eka Kurniawan meraih penghargaan Prince Claus Awards 2018 kategori Sastra/Literatur di Belanda. Penghargaan itu diberikan kepada sosok yang karyanya memberikan dampak positif pengembangan masyarakat di Afrika, Asia, Amerika Latin dan Karibia. Bukan hanya itu, Eka dianggap berhasil menaikkan kembali budaya Indonesia lewat penceritaan kembali kisah lokal yang selama ini mulai terlupakan.

Karya-karya Eka Kurniawan cocok untuk pembaca yang mengharapkan nuansa baru dari sastra Indonesia. Bahwa literatur ndonesia tidak melulu soal percintaan dan drama-drama yang membuat hati terenyuh tapi tidak memiliki nilai yang cukup berharga untuk diingat.

sumber: tirto.id

 

Penulis : Andi Annisa Ivana Putri

Editor : Hilel Hodawya

Foto : rappler.com

Sumber : brilio.net, edukasi.kompas.com

 

 

 

 

Related Posts

Waka Waka Production Hadirkan Drama Musikal “2 AM: The Musical”

by
August 27, 2024

“Look Back”: Relasi Rumit antara Seniman dan Karya Mereka

by
August 15, 2024

RAN For Your Kids, Persembahan RAN untuk Hari Anak Nasional

by
July 25, 2024

Siap Guncang 5 Kota, Reality Club Umumkan Konser Tur Bertajuk “Reality Club Presents…Indonesia Tour 2024”

by
July 20, 2024

UMN Jadi Tuan Rumah Pembukaan Jakarta Australs 2024 di Indonesia

by
July 5, 2024

Premium Content

Siap-Siap Untuk Film Dokumenter Kurt Cobain

April 6, 2014

Perdana, OMB UMN 2020 Dihelat Secara Daring

September 1, 2020

Kembali ke Masa Lalu, Perbaiki Masa Depan

July 17, 2014

Browse by Category

  • Business
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Health
  • Lifestyle
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • World

Browse by Tags

Explore Bali Market Stories Pandemic Premium Stay Home United Stated Vaccine Work From Home Wuhan

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Learn more

Categories

  • Business
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Health
  • Lifestyle
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • World

Browse by Tag

Explore Bali Market Stories Pandemic Premium Stay Home United Stated Vaccine Work From Home Wuhan

Recent Posts

  • Waka Waka Production Hadirkan Drama Musikal “2 AM: The Musical”
  • “Look Back”: Relasi Rumit antara Seniman dan Karya Mereka
  • RAN For Your Kids, Persembahan RAN untuk Hari Anak Nasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?